Friday, October 26, 2012

Presiden Rusia Vladimir Putin. AP/Mikhail Metzel

Moskow - Rusia menuduh Amerika Serikat memiliki standar ganda terkait hak asasi manusia. Di depan parlemen, utusan khusus urusan HAM Kementerian Luar Negeri Rusia, Konstantin Dolgov, menyebutkan kegagalan untuk menutup penjara Teluk Guantanamo dan penggunaan hukuman mati sebagai salah satu contohnya.

Ia juga mengatakan, Amerika Serikat menggunakan hak asasi manusia sebagai dalih untuk campur tangan dalam urusan negara-negara berdaulat di seluruh dunia. Ucapan ini dianggap sebagai sebuah hinaan terselubung bagi Washington dalam penanganan pemberontakan di Libya.

"(Pemerintah Rusia) harus melawan kebijakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, yang diarahkan dengan menggunakan konsep hak-hak sebagai alat tekanan dan sebagai dasar untuk intervensi dalam urusan internal pemerintah berdaulat," ucapnya.

Dolgov menyatakan hal ini dalam upaya mendukung keputusan kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin, yang mengatakan, Moskow akan mencari hubungan yang lebih erat dengan Amerika Serikat, tetapi akan "melawan upaya untuk menggunakan hak asasi manusia sebagai instrumen dari tekanan politik".

Rusia dan Amerika Serikat mulai memperbarui hubungan mereka ketika Presiden Barack Obama memasuki Gedung Putih pada tahun 2009. Namun hubungan itu kembali mendingin sejak Vladimir Putin menyatakan, tahun lalu, ia berencana kembali ke kursi kepresidenan.

Kandidat presiden dari Partai Republik, Mitt Romney, telah menyatakan bahwa Rusia adalah musuh geopolitik nomor satu Washington.


GSC
Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!