Friday, October 4, 2013

Nek Enot pengemis jutawan di Jaksel. ©2013 Merdeka.com/Rahma
Kisah hidup Nek Enot (71) sebagai pengemis berpenghasilan jutaan, bukan cerita bohong. Saat di gelandang ke Suku Dinas Sosial, Jakarta Selatan, dia memperlihatkan uang hasil kerjanya selama satu hari kepada petugas.

Dari gambar yang didapat wartawan, uang yang didapat sehari-harinya bervariasi, mulai dari pecahan Rp 1.000 bahkan ada juga beberapa lembar Rp 50.000. Uang itu dimasukkannya ke dalam sebuah karung. Nek Enot mengeluarkan uang-uang itu untuk kemudian dihitung petugas. Wanita renta yang hidup sebatang kara ini memakai baju berwarna krem, sarung ungu dan ikat kepala putih saat dibawa petugas.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari kerjanya sebagai pengemis, Nek Enot bisa mengumpulkan uang hingga Rp 3 juta hanya dalam 10 hari.

"Katanya dia buat makan saja, kan nenek-nenek suka menyimpan uang," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, saat dihubungi, Jumat (4/10).

Sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), lanjut Miftahul, sudah barang tentu Enot menjadi salah satu target operasi pihaknya. Enot pun terjaring petugas saat berada di depan Pasar Mampang, Jakarta Selatan.

"Tidak melawan karena sudah tua juga. Dan membawa karung plastik besar berisi botol-botol hasil memulung," ujarnya.

Saat diperiksa, perempuan yang hidup sebatang kara ini kedapatan tengah membawa uang dengan berbagai pecahan di dalam karungnya.

"Saat mau diamankan karungnya Enot tidak mau melepaskan. Ternyata saat botol-botol dikeluarkan, ada uang yang jumlahnya jutaan tersimpan di sana," jelasnya.

Saat ditotal, jumlah uang-uang itu mencapai Rp 3.560.000. "Tidak ada recehan koin hanya kertas. Dan cukup kaget jumlahnya lumayan banyak," tuturnya.

Petugas pun ikut terkejut dengan temuannya tersebut. "Saya juga kaget karena yang uangnya banyak itu perempuan biasanya. Tapi paling banyak hanya sekitar Rp 1juta," ujarnya.

Untuk menambah pundi-pundi uang yang ia kumpulkan, Enot yang berasal dari Rengasdengklok ini cukup memasang muka memelas dan membawa karung plastik besar.

Sudin memutuskan mengirim Nek Enot ke Panti Sosial Bina Insani (PSBI) Bangun Daya Cipayung, Jakarta Timur. "Dibina dulu di sana, kalau ada keluarga yang bertanggung jawab nanti kita serahkan. Untuk uang miliknya kalau sudah keluar dari panti pasti dikembalikan, lagipula ada berita acaranya," janji Miftahul.
[lia]
Reactions:
Categories:
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!